Santri di Jember Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Dalami Motif
![]() |
| Ilustrasi santri di Panti ditemukan tewas tergantung (Pexels) |
Korban diketahui merupakan pelajar kelas XI SMK Al-Hasan sekaligus santri di Pondok Pesantren Al-Hasan 1 Panti.
"Tadi malam pas dikirim makanan ke pondok, anak itu (korban) sudah tidak ada, dicari di warung juga tidak ada," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/4/2026).
Kapolsek Panti AKP Agus Idham Khalid membenarkan adanya peristiwa itu.
Agus menjelaskan korban ditemukan oleh salah satu warga yang hendak mencari rumput (ngarit) sekitar pukul 05.30 WIB.
"Saksi melihat ada seseorang dalam posisi tergantung di lokasi kejadian, lalu dia melapor ke kepala dusun dan diteruskan ke pihak kepolisian," terang Agus.
Menerima laporan itu, petugas Polsek Panti bersama tim identifikasi Polres Jember langsung mendatangi lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Luka yang ada hanya berada di bagian leher.
"Tidak ada luka lain selain di leher," kata Agus.
Pihak keluarga telah menyatakan tidak menghendaki dilakukannya autopsi.
Kanit Reskrim Polsek Panti, Aipda Dwi Purwanto menduga korban mengakhiri hidupnya dengan menggunakan sabuk yang diikat pada batang bambu yang ada di lokasi kejadian.
“Korban ditemukan menggunakan kaos hitam dan celana panjang,” ujarnya.
Meskipun polisi menduga peristiwa itu mengarah pada aksi bunuh diri, polisi masih terus mendalami motif di balik kejadian tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif peristiwa ini," pungka Dwi.
Korban dikenal sebagai pelajar aktif dan santri yang sehari-harinya berada di lingkungan pendidikan. Polisi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi hingga menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
