} } SuarMedia - Viral Belum Tentu Benar

SuarMedia

Viral Belum Tentu Benar

Memuat artikel terbaru...

‎Santri di Jember Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Dalami Motif

Oleh Galih Syahbatul Arkom | April 28, 2026

 

Ilustrasi santri di Panti ditemukan tewas tergantung (Pexels)
News - Remaja bernama Agus Ilham (17) warga Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember ditemukan meninggal tergantung di belakang Pondok Pesantren Al-Hasan di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Senin (27/4/2026) pagi. 

‎Korban diketahui merupakan pelajar kelas XI SMK Al-Hasan sekaligus santri di Pondok Pesantren Al-Hasan 1 Panti. 

‎"Tadi malam pas dikirim makanan ke pondok, anak itu (korban) sudah tidak ada, dicari di warung juga tidak ada," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/4/2026).

‎Kapolsek Panti AKP Agus Idham Khalid membenarkan adanya peristiwa itu.

‎Agus menjelaskan korban ditemukan oleh salah satu warga yang hendak mencari rumput (ngarit) sekitar pukul 05.30 WIB.

‎"Saksi melihat ada seseorang dalam posisi tergantung di lokasi kejadian, lalu dia melapor ke kepala dusun dan diteruskan ke pihak kepolisian," terang Agus.

‎Menerima laporan itu, petugas Polsek Panti bersama tim identifikasi Polres Jember langsung mendatangi lokasi kejadian.

‎Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Luka yang ada hanya berada di bagian leher.

‎"Tidak ada luka lain selain di leher," kata Agus.

‎Pihak keluarga telah menyatakan tidak menghendaki dilakukannya autopsi.

‎Kanit Reskrim Polsek Panti, Aipda Dwi Purwanto menduga korban mengakhiri hidupnya dengan menggunakan sabuk yang diikat pada batang bambu yang ada di lokasi kejadian.

‎“Korban ditemukan menggunakan kaos hitam dan celana panjang,” ujarnya.

‎Meskipun polisi menduga peristiwa itu mengarah pada aksi bunuh diri, polisi masih terus mendalami motif di balik kejadian tersebut.

‎"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif peristiwa ini," pungka Dwi.

‎Korban dikenal sebagai pelajar aktif dan santri yang sehari-harinya berada di lingkungan pendidikan. Polisi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi hingga menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.


Tulis Komentar

Berita Terbaru